Sabtu, 27 Juni 2015

TEKNIK TEGANGAN TINGGI

Yang disebut tegangan tinggi dalam dunia teknik tenaga listrik (electric power engineering) ialah semua tegangan yang diaggap cukup tinggi oleh para teknisi listrik sehingga diperlukan pengujian dan pengukuran dengan tegangan tinggi yang semuanya bersifat khusus dan memerlukan teknik - teknik tertentu (subyektif), atau dimana gejala-gejala tegangan tinggi mulai terjadi (obyektif). Batas yang menyatakan kapan suatu tegangan dapat dikatakan tinggi (Hight Voltage, di singkat H.V) dan kapan harus disebut tinggi sekali (Extra High Voltage, disingkat E.H.V.) atau ultra tinggi (Ultra High Voltage, disingkat U.H.V.) berbeda untuk setiap negara atau perusahaan tenaga listrik di negara-negara tersebut.

Persoalan- Persoalan Teknik Tegangan Tinggi

Tegangan tinggi yang diterapkan atau dialami oleh sistem tenaga listrik dapat berupa :
  • Tegangan biasa (normal) atau tegangan yang seharusnya dapat di tahan oleh sistem tersebut untuk waktu tak terhingga.
  • Tegangan lebih (over voltage) yang hanya dapat ditahan untuk waktu terbatas. Tegangan lebih dapat dibagi menjadi dua golongan berdasarkan bentuknya, yakni tegangan periodik dan a-periodik. Atau menjadi dua golongan berdasarkan sebabnya, yakni sebab luar (external overvoltage), dan sebab dalam (internal overvoltage)
Dalam teknik tegangan tinggi dikenal dua jenis pelepasan, "sparkover" dan "flashover" yang masing-masing didefinisikan sebagai berikut :
  • "Sparkover applies to a discharge through air or gas which does not involve the surfaces of insulating materials"
  • "Flashover applies to a discharge through air or gas along, or very close to, the sufrace on insulating materials."
Jelas bahwa perbedaan pokok dari dua jenis pelepasan ini adalah bahwa Sparkover (percikan api,percikan) tidak menyangkut permukaan bahan isolasi (cair atau padat), sedangkan Flashover (lompatan api, lompatan) menyangkut permukaan bahan tersebut.

Tidak ada komentar: